Sabtu, 20 Februari 2016

Konspirasi Yahudi dibalik Kartun "Tom and Jerry"



Kartun berjudul Tom and Jerry pasti dikenal baik oleh masyarakat Indonesia, terutama anak anak. Tidak hanya anak anak yang gemar menonton kartun lucu satu ini, orang dewasa pun juga tidak bosan melihat melihat tingkah seekor kucing dan seekor tikus yang samasama usil tersebut. Banyak dari kita yang mungkin melihat kartun ini biasa biasa saja dan bukanlah tanpa misi, tetapi terdapat persekongkolan Yahudi disana yang dijabarkan oleh seorang dosen Filsafat Seni, Prof. Hasan Bolkhari.


Mungkin banyak dari kita terkejut dengan adanya kabar Konspirasi Yahudi yang terdapatpada sebuah kartun untuk anak anak dan heran mengapa dan bagaimana Tom and Jerry bisa menjadi bagian dalam persekongkolan tersebut.

Berikut penjelasannya...

Bolkhari menjelaskan bahwa tikus kotor kerap menjadi panggilan khusus bagi kaum Yahudi saat masa Hitler, dan untuk membalikkan itu semua, maka serial kartun Tom and Jerry dibuat serta pada akhirnya memutuskan hubungan antara Yahudi dengan sebutan tikus yang telah ditanamkan pada masa Hitler ke benak orang orang Eropa waktu itu.
Jerry si tikus kecil yang cerdas itulah gambaran atau peran yang dimainkan Yahudi padakartun Tom and Jerry. Yahudi sering dihinakan oleh kaum “anti semit”, namun meski jumlah yang tidak banyak, itu semua bisa dibalikkan dan duniapun bisa mereka kuasai. Militer, politik serta ekonomi kini ada dibawah kendali Yahudi, mereka yang dicap tikus punya nyali lebih besar dari itu.

Tom dan Jerry adalah satu dari beberapa kartun yang dianggap agenda Yahudi dan Tom si kucing adalah gambaran dari musuh musuh mereka saat ini, khususnya adalah umat Islam.
Peran Jerry tampaknya dimainkan dengan cukup apik oleh Yahudi, meski tikus yang berukuran tubuh kecil, ia cerdas dan terkesan licik. Kekerasan yang kerap kita lihat di televisi oleh si tikus terhadap kucing dianggap lumrah. Hal inidianggap sebagai cara mereka untuk menutupi tipu daya mereka sendiri karena sejarah selalu menampilkan kelemahan dan begitu menderitanya Yahudi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered by Blogger. Blogger Template by Intikali.org. Supported by Iskael and BlogSpot Design.