Alur Cerita di Film
Pocahontas adalah putri tunggal Kepala Suku Powhatan.
Ibunya sudah meninggal. Pocahontas sangat menikmati hidup di alam bebas. Dia
bersahabat dengan seekor rakun bernama Meeko dan burung bernama
Flit. Ketika ayahnya sedang pergi berperang, Pocahontas mendapat mimpi aneh.
Ketika Powhatan pulang dengan kemenangan, Pocahontas dipinang Kocoum, salah
satu pasukan suku yang paling gagah berani. Pocahontas tidak pernah mencintai
Kocoum. Dia juga merasa mimpinya berarti lain sehingga diapun bergegas menemui
Nenek Willow, pohon tua yang bijaksana, untuk mengartikan mimpinya.
Di saat mencari arti mimpinya, Pocahontas melihat
"awan aneh", yang sebenarnya adalah layar dari kapal Kapten John Smith dari
Inggris. Pocahontas berkenalan dengan John Smith dan mereka saling jatuh cinta.
Namun ternyata suku Indian dan pendatang dari Inggris saling bermusuhan.
Ketika Pocahontas dan John Smith mencari cara untuk
membuat suku mereka saling bebaikan, Kocoum melihat mereka berciuman di hutan.
Kocoum yang cemburu menyerang John Smith. Thomas, salah seorang rekan John
Smith yang diam-diam mengikuti John Smith ke hutan, juga melihat kejadian
tersebut. Thomas membunuh Kocoum dengan tembakannya. John Smith, melindungi
Thomas dari orang Indian, menyerahkan diri agar Thomas selamat. Akibatnya, John
Smith ditawan. Hukuman mati menantinya pada fajar esok harinya.
Pocahontas merasa sangat sedih. Dia akhirnya sadar
bahwa yang berada dalam mimpinya adalah John Smith. Diapun bergegas berlari
melindungi John Smith yang akan dibunuh Powhatan pagi itu di atas tebing.
Pocahontas juga mengatakan bahwa kebencian telah membawa kedua suku saling
berperang. Karena cinta Pocahontas dan John Smith, perang antara suku Indian
dan pendatang Inggris dapat dihentikan.
Sepintas kisah Pocahontas terlihat begitu memukau dan
penuh cinta. Namun yang terjadi tidaklah seperti kisah cinta seperti di film.
Pocahontas diculik, diperkosa dan dibunuh. Ia ditangkap oleh pihak Inggris dan
dijadikan tawanan. Suaminya dibunuh dan ia diperkosa berkali kali hingga hamil.
Kemudian Pocahontas dinikahkan dengan petani tembakau agar kehamilannya
terlihat sah. Pocahontas kemudian disimbolkan sebagai orang pribumi buas yang
berhasil dijinakkan. Pocahontas tidak sengaja mendengar bahwa orang orang
Inggris memiliki rencana untuk melenyapkan orang pribumi. Lalu Pocahontas yang
berumur 20 tahun itu dibunuh dengan racun karena orang orang Inggris
takut rencana mereka disebarluaskan.
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar